Our Online Class Blog for discussing of media and sociology of communication

30Sep/130

Agnes Monika dalam teori Looking Glass Self

Teori ini dilontarkan oleh sosiolog bernama ‘Charles Harton Cooley’. Looking Glass Sels adalah teori yang menerangkan bahwa masyarakat memiliki apa yang disebut dengan ‘cermin’ yang merefleksikan siapa diri kita ini. Kita ini ternyata membentuk image diri (self image) dari bagaimana kita memikirkan cara pandang orang lain terhadap kita. Ada tiga hal utama yang menjadi kata kunci pembahasan teori ini pertama adalah bayangan tentang penampilan kita dihadapan orang lain, bayangan tentang penilaian orang lain terhadap penampilan kita dan perasaan-perasaan yang mengikutinya seperti malu, bangga, gengsi, dll.

3Jul/130

Migrasi TV Digital: Sinergi Manusia dan Non-Manusia

Kesuksesan Migrasi TV analog ke TV Digital (DTV) tak sekedar diukur dari kemampuan Indonesia dalam memenuhi kesepakatan International Telecommunication Union (ITU) namun persiapan matang dari semua entitas yang terlibat baik itu manusia maupun teknologinya.

18Jun/130

Forum Pemred: Ketika Pers Memborgol Tangannya Sendiri

Ada apakah hingga pemimpin redaksi merasa perlu mengadakan sebuah forum di Nusa Dua Bali beberawa waktu lalu? Mungkinkah ini hanya menjadi cara baru jurnalis di era teknologi informasi untuk bisa bertahan di tengah gempuran kapitalisme media dan wujud dari proses perjalanan sejarah pers menuju pendewasaan. Ataukah, pers menyerah hingga perlu mempertaruhkan idealisme pada tekanan kapitalisme hingga perlu berkompromi dengan para elit yang selama ini menjadi ‘musuh’ mereka?

10Jun/130

Panggung Seksualitas para Elit

Persidangan di Pengadilan Tipikor (17/5/2013) mengungkap adanya skandal seks antara tersangka suap impor daging Ahmad Fathanah (AF) dengan wanita berinisial M. AF memberikan uang 10 juta rupiah kepada M setelah menemaninya di salah satu kamar Hotel Le Meridien, Jakarta. Seiring bergulirnya kasus yang juga menyeret mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq ini, beberapa wanita ikut diperiksa KPK karena terbukti menerima uang ratusan juta rupiah dan benda-benda berharga seperti mobil, jam tangan dan perhiasan dari AF. Terakhir, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Keuangan (PPATK) melaporkan, uang di rekening AF mengalir ke sekitar 40 wanita dengan maksimal transaksi sebesar 1 M.

17May/132

Buruh dalam ‘Keterasingan’

Berat menjadi buruh. Ia bekerja dalam batasan-batasan yang membuatnya tidak merasakan hak-haknya sebagai manusia. Bekerja yang sejatinya adalah hakikat hidup yang paling mendasar, justru menjadi tekanan hidup. Ia terasing dengan pekerjaannya, dengan dirinya bahkan dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Sisi lain inilah yang tidak pernah muncul dalam diskusi perjuangan hak-hak buruh. Padahal sejatinya semua permasalahan bermuara sini.

17May/130

Tersesat di Jejaring Sosial

Dimuat di Wacana Lokal Harian Suara Merdeka (17/5/13) dengan Judul Ketersesatan di Jejaring Sosial

Jum’at (3/5) minggu lalu, Semarang dikejutkan dengan kecelakaan tragis di tanjakan Tanah Putih. Kejadian yang merenggut 3 nyawa dan melukai belasan lainnya. Masyarakat kembali dibuat kecewa, karena lagi-lagi penyebabnya masalah klasik yaitu keteledoran sopir yang ugal-ugalan dan kendaraan yang tidak layak jalan.

23Sep/110

Social Media and Journalism

Kemunculan sosial media di Indonesia pada tahun 2008 mengalami perkembangan yagn luar biasa hingga saat ini seiring dengan peningkatan jumlah pengguna smartphone yang juga terus meningkat tajam. Pengaruhnya hampir bisa dirasakan di semua bidang kehidupan manusia karena fungsi sosial media yang menjadi channel komunikasi yang menjadi basis dasar unsur komunikasi selain, sender dan receiver.

23Sep/110

Kekerasan Simbolik (Symbolic Violence) terhadap Suku Jawa dalam Program TV “Hidup ini Indah” di Trans TV

Abstract

Symbolic violence of ethnic in television program still get low attention from Indonesian media content controller (KPI, LSF) as well as audiences because it is done implicitly and unconsciously. On the other hand, the impact is as dangerous as physical violence in television program such us killing, shooting, hitting. This paper try to evaluate content of a television program, ‘Hidup Ini Indah’, produced by Trans TV that is indicated do symbolic violence to ‘Javanese’. Symbolic violence hazard integration of a multicultural society in Indonesia as it produce discrimination of ‘dominant culture’ over ‘minority culture’. By using the basis of Representation Theory (Stuart Hall: 1979) this paper try describe and explain how language (text, symbol, visual, object, event) has produced certain meaning, called ‘stereotype’ that is identified as symbolic violence.

Key words: symbolic violence, stereotype, representation, dominant culture, minority culture

Penulis: Nurul Hasfi, MA, lecturer of Communication department

23Sep/113

Representasi Perempuan Pelaku Kejahatan (Woman Offender) di Media Massa: Analisa Pemberitaan Malinda Dee

Women become focus in critical discourse about journalism, media and gender. In journalism products, woman usually represent in certain stereotype as consequences of the existence of dominant culture, masculine ideology. By using the concept of Representation Theory by Stuart Hall (1979) this article try to explore how a woman offender, Malinda Dee, was represented as mythical monster, sexy liar, etc. Meanwhile the news was tent to focus on her physical attractiveness rather than her criminal case. It shows that Indonesian media still ignore ‘gender perspective journalism concept’ that has specific approach in covering woman fairly.

Key words: woman offenders, woman representation, stereotype

Penulis: Nurul Hasfi, MA, lecturer of Communication department

23Sep/110

New Media Ecosystem

This is one of a very good material that might use full for you who want to study about new media ecology. Check this out!

Switch to our mobile site