Our Online Class My New Discourse

2Mar/150

Ruang Publik Virtual: Ruang yang Diperebutkan

Pilpres RI 2014 menjadi saksi bagaimana sosial media dipakai sebagai alat diskusi deliberatif yang dinamis dalam sejarah pilpres di Indonesia. Fenomena ini sekilas memperkuat thesis bahwa ruang publik virtual telah meningkatkan partisipasi politik. Namun mungkin pernyataan itu terlalu tergesa-gesa karena selain diskusi yang membangun proses komunikasi politik, media baru ini justru menumbuh-suburkan praktek-praktek diskusi patologis. Twitter menjadi tempat dihembuskannya opini-opini yang mengarah ke kampanye negatif, kampanye hitam hingga propaganda. Isu-isu sensitif agama dan ras menjadi alat komoditas politik yang membahayakan integrasi bangsa. Twitter yang memberikan otonomi khusus pada setiap warga untuk berkomunikasi secara terbuka, kenyataannya tidak selalu serta merta memberikan jaminan terbangunnya demokrasi yang lebih baik. Tak begitu berbeda dengan ruang publik dalam konteks media tradisional, twitter juga menjadi ruang yang diperebutkan untuk mencapai kepentingan-kepentingan kelompok tertentu.

Key words: ruang publik, twitter, sosial media, pilpres 2014

Dipresentasikan dalam Conference on Communication, Culture, and Media Studies (CCCMS) 2014

Filed under: About Author No Comments
2Mar/150

When Anonymous Controlling Professional Media: A Marginal Voice in Press Freedom Country

The emergence of citizen journalism get a skeptical response from professional journalists based on several reasons such as un-institutional, subjective and nonprofessional (O¨rnebring, 2013; Allan, 2009; Moyo, 2009). This study explores how mainstream media play dominant role in producing fact by excluding citizen journalist apart from their system. The object of the study is ‘Discourse’ about the banned of a controversial article1 written by an anonymous2 citizen journalist named Jilbab Hitam (here in after referred to as the ‘JH’) 3 in kompasiana.com4 . The issues widespread quickly in cyberspace produce pros cons among internet user including professional journalists, NGO, etc. This research employs Critical Discourse Analysis (CDA) on articles and twitter conversations relevant to the issue. The results of the study show how anonymity becomes dominant Discourse submerging other important issue such us media manipulation and media corruption. Negative representation of anonymity – hoax, liar, provocative – might tend to hamper struggling of internet user freedom of expression.

Keywords: Anonymity, Citizen Journalism, Journalistic Authority, CDA, Foucault

Presented in PACA International Conference, 2014

Filed under: About Author No Comments
2Mar/150

Kamasutra Journalism; Degradation of News Quality in Online Media in Indonesia

Nurul Hasfi
Communication Department, Social and Political Sciences,
Diponegoro University, Semarang, Central Java, Indonesia
nurul@undip.ac.id

Abstract
Online media in Indonesia is called secondary journalism as it gives priority on speed and tends to ignore other journalism principles such as accuracy and completeness. ‘Kamasutra journalism’ is another label for this platform since it provides space for discussing sexuality vulgarly, particularly during the boom of the ‘Ariel and Luna Maya porn video case’. This study applies the theory of determination technology (Marshall Mc Luhan; 1962) to explain how technology has influenced the newsroom. Exploration on media routines (Pamela J. Shoemaker; 1991) is done to get in-depth description of how the production of online news is occurred and how the quality of reporting is affected by the use of the internet. The results of this study indicate that internet technology has contributed to the degradation of news quality. It happens when the media industry forces the editor to defeat old platforms by maximizing internet superiority such us quickness, interactivity, etc.

Key words: online media, degradation of news quality, media routines, media determination

Presenred at the 22nd AMIC International Conference in Yogyakarta, Indonesia (4-7 July 2013).

Full Papper can be downloaded here

Filed under: About Author No Comments
30Sep/130

Agnes Monika dalam teori Looking Glass Self

Teori ini dilontarkan oleh sosiolog bernama ‘Charles Harton Cooley’. Looking Glass Sels adalah teori yang menerangkan bahwa masyarakat memiliki apa yang disebut dengan ‘cermin’ yang merefleksikan siapa diri kita ini. Kita ini ternyata membentuk image diri (self image) dari bagaimana kita memikirkan cara pandang orang lain terhadap kita. Ada tiga hal utama yang menjadi kata kunci pembahasan teori ini pertama adalah bayangan tentang penampilan kita dihadapan orang lain, bayangan tentang penilaian orang lain terhadap penampilan kita dan perasaan-perasaan yang mengikutinya seperti malu, bangga, gengsi, dll.

3Jul/130

Migrasi TV Digital: Sinergi Manusia dan Non-Manusia

Kesuksesan Migrasi TV analog ke TV Digital (DTV) tak sekedar diukur dari kemampuan Indonesia dalam memenuhi kesepakatan International Telecommunication Union (ITU) namun persiapan matang dari semua entitas yang terlibat baik itu manusia maupun teknologinya.

18Jun/130

Forum Pemred: Ketika Pers Memborgol Tangannya Sendiri

Ada apakah hingga pemimpin redaksi merasa perlu mengadakan sebuah forum di Nusa Dua Bali beberawa waktu lalu? Mungkinkah ini hanya menjadi cara baru jurnalis di era teknologi informasi untuk bisa bertahan di tengah gempuran kapitalisme media dan wujud dari proses perjalanan sejarah pers menuju pendewasaan. Ataukah, pers menyerah hingga perlu mempertaruhkan idealisme pada tekanan kapitalisme hingga perlu berkompromi dengan para elit yang selama ini menjadi ‘musuh’ mereka?

10Jun/130

Panggung Seksualitas para Elit

Persidangan di Pengadilan Tipikor (17/5/2013) mengungkap adanya skandal seks antara tersangka suap impor daging Ahmad Fathanah (AF) dengan wanita berinisial M. AF memberikan uang 10 juta rupiah kepada M setelah menemaninya di salah satu kamar Hotel Le Meridien, Jakarta. Seiring bergulirnya kasus yang juga menyeret mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq ini, beberapa wanita ikut diperiksa KPK karena terbukti menerima uang ratusan juta rupiah dan benda-benda berharga seperti mobil, jam tangan dan perhiasan dari AF. Terakhir, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Keuangan (PPATK) melaporkan, uang di rekening AF mengalir ke sekitar 40 wanita dengan maksimal transaksi sebesar 1 M.

17May/132

Buruh dalam ‘Keterasingan’

Berat menjadi buruh. Ia bekerja dalam batasan-batasan yang membuatnya tidak merasakan hak-haknya sebagai manusia. Bekerja yang sejatinya adalah hakikat hidup yang paling mendasar, justru menjadi tekanan hidup. Ia terasing dengan pekerjaannya, dengan dirinya bahkan dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Sisi lain inilah yang tidak pernah muncul dalam diskusi perjuangan hak-hak buruh. Padahal sejatinya semua permasalahan bermuara sini.

17May/130

Tersesat di Jejaring Sosial

Dimuat di Wacana Lokal Harian Suara Merdeka (17/5/13) dengan Judul Ketersesatan di Jejaring Sosial

Jum’at (3/5) minggu lalu, Semarang dikejutkan dengan kecelakaan tragis di tanjakan Tanah Putih. Kejadian yang merenggut 3 nyawa dan melukai belasan lainnya. Masyarakat kembali dibuat kecewa, karena lagi-lagi penyebabnya masalah klasik yaitu keteledoran sopir yang ugal-ugalan dan kendaraan yang tidak layak jalan.

23Sep/110

Social Media and Journalism

Kemunculan sosial media di Indonesia pada tahun 2008 mengalami perkembangan yagn luar biasa hingga saat ini seiring dengan peningkatan jumlah pengguna smartphone yang juga terus meningkat tajam. Pengaruhnya hampir bisa dirasakan di semua bidang kehidupan manusia karena fungsi sosial media yang menjadi channel komunikasi yang menjadi basis dasar unsur komunikasi selain, sender dan receiver.

Switch to our mobile site